Oprek CDI Blade

simak pengalaman ini:
Mengganti CDI Honda Blade 110R

Kemarin, hari Minggu yang cerah tapi badan saya ~Andy MSE~ agak gerah. Bukan gerah kepanasan, melainkan gerah dalam bahasa Jawa yang artinya sakit. Sebetulnya kurang pas, karena kosa kata “gerah” biasanya digunakan untuk orang yang lebih tinggi stratanya. Ya..ya..ya.. pokoknya saya sedang nggak enak badan. Dan Minggu yang cerah pun tidak banyak memompa semangat saya hari ini. Maksud hati mencari keringat membersihkan rumput liar di halaman, apa daya pusing dan kemalasan hinggap di badan. Ya sudahlah, cari kegiatan lain saja…

Oprek Motor…

Yang pertama, membersihkan… Untung sudah beberapa hari tidak digunakan jarak jauh, juga sudah cukup bersih karena beberapa hari lalu dielus-elus tiga diva di tempat cuci sepeda motor.

Yang kedua, memeriksa kelengkapan kendaraan, kekencangan mur-bautnya, dan melumasi bagian-bagian yang perlu pelumasan. Banyak bagian ~antara lain rantai kendaraan~ harus lebih diperhatikan di musim penghujan ini.

Yang ketiga, mengganti CDI (capacitor discharge ignition) ~pengatur pengapian~ supaya larinya lebih kencang. Soal CDI ini, kebetulan beberapa waktu lalu saya mendapatkannya (pinjam pakai) dari Demalung Java yang suka oprek-oprek motor. Bukan CDI original, melainkan CDI dualband buatan BRT yang sering digunakan penggemar balap liar. Namun, kendaraannya berbeda dengan kendaraan saya. Dia pakai Honda Kharisma 125, sedangkan saya pakai Honda Blade 110R. Kebetulan dua jenis motor ini sama-sama menganut pengapian DC, jadinya tidak banyak yang perlu dioprek, cuma menyesuaikan kabel-kabelnya saja.

Agar rapi, saya mencopot kabel skun pada CDI Honda Blade dan memasangnya kembali pada socket CDI Honda Kharisma. Beres dech!… (gambar kiri: susunan pin CDI Honda Kharisma, gambar kanan bawah: susunan pin CDI Honda Blade).

Ketika saya minta Diki untuk mencobanya, katanya top markotop… Ketika ditest menggunakan dynamometer di bengkel, tenaganya cukup rata dari putaran bawah, menengah, sampai putaran atas, tidak ada lag di tengahnya. Padahal, saya hanya melakukan penyetelan ulang klep dan karburatornya saja, tidak melakukan modifikasi apapun. Dan saya senang ketika mesin Blade ternyata sanggup mengitir sampai lebih dari 11.000 rpm, jauh lebih dahsyat dibandingkan menggunakan CDI asli yang kembang-kempis untuk mencapai 10.000 rpm saja. Saya tidak tahu persis, tapi sepertinya ada limiter di CDI bawaan pabrik yang dimaksudkan untuk pengamanan…

Yang saya suka dari CDI BRT NEO-DualBand ini, karena ada pilihan untuk mode biasa, dan mode dahsyat lewat kabel yang dihubungkan dengan saklar/switch, jadinya bisa menyesuaikan dengan penggunaan kendaraan.

Aaaahhh… saya tidak sabar untuk mencobanya!!!…

4 pemikiran pada “Oprek CDI Blade

  1. apa sih kelebihan dan kekuragan motor smash kalau sudah tung up ???????????????????????

  2. wah boleh tuh cdi brt dmn belinya yg murah bos.kasi donk infrms nya tank

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s